^ Back to Top

WhatsHelp Chat Button

Keutamaan Ibadah Haji dan Umroh

Ibadah haji adalah salah satu ibadah yang paling utama, berdasarkan hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam :

(عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: سُئِلَ رَسُوْلُ الله : أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: (إِيْمَانٌ بِاللهِ وَ رَسُوْلِهِ)، قِيْلَ: ثُمَّ مَاذَا؟ قَالَ: (الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ)، قِيْلَ: ثُمَّ مَاذَا؟ قَالَ: (حَجٌّ مَبْرُوْرٌ

 "Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ditanya: ‘Amal ibadah apakah yang paling utama?’ Beliau bersabda: ‘Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya’. Dikatakan (kepadanya): ‘Kemudian apa?’ Beliau bersabda: ‘Jihad dijalan Allah’. Dikatakan (kepadanya): ‘Kemudian apa?’ Beliau bersabda: ‘Haji yang mabrur.’"( HR. Al-Bukhari dan Muslim, lihat Shahih at-Targhiib wat Tarhiib oleh al-Albani 3/3 hadits No. 1093. )

Ibadah haji sebagai penghapus dosa, berdasarkan hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam :

مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ مِنْ ذُنُوْبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

"Barangsiapa yang mengerjakan ibadah haji dan dia tidak melakukan jima' dan tidak pula melakukan perbuatan dosa, dia akan kembali dari dosa-dosanya seperti pada hari ketika ia dilahirkan ibunya." ( HR. Al-Bukhari, Muslim, an-Nasa-i, Ibnu Majah dan at-Tirmidzi )

Balasan bagi haji mabrur adalah Surga, berdasarkan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam :

الْعُمْرَِةُ إِلَى الْعُمْرِةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَ الْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ  لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةَ

"Umrah (yang pertama) kepada umrah yang berikutnya sebagai kaffarat (peng-hapus) bagi (dosa) yang dilakukan di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya, melainkan Surga." ( HR. Malik, al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa-i dan Ibnu Majah). Lihat Shahih at-Targhiib No. 1096. )


Dan dari Jabir bin 'Abdillah dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam , beliau bersabda:

الْحَجَّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةَ ، قِيْلَ : وَمَا بِرُّهُ؟ قَالَ: إِطْعَامُ الطَّعَامِ وَ طِيْبُ الْكَلاَمِ

"Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali Surga. Dikatakan (kepada beliau): 'Apakah bentuk bakti dalam haji itu?' Beliau ber-kata: 'Memberi makanan dan berbicara yang baik.’”( HR. Ahmad, ath-Thabrani, Ibnu Khuzaimah, al-Baihaqi dan al-Hakim. Al-Albani berkata: "Shahih lighairihi, lihat Shahih at-Targhiib" No. 1104) )

Haji adalah jihad bagi para wanita dan setiap orang yang lemah, berdasarkan hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam :

عَنْ عَائِشَةَ d قَالَتْ ، قُلْتُ: يَارَسُوْلَ الله نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ اْلأَعْمَالِ ، أَفَلاَ نُجَاهِدُ ؟ فَقَالَ: لَكُنَّ أَفْضَلُ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُوْرٌ

 
"Dari 'Aisyah Radhiallaahu anha,, ia berkata, aku bertutur: 'Ya Rasulullah kami melihat bahwasanya berjihad adalah amal ibadah yang paling utama, apakah kami (para wanita, -pent) tidak berjihad? Maka beliau bersabda: 'Bagi kalian (kaum wanita,-Pent), jihad yang paling utama adalah haji mabrur'" .
Dalam riwayat Ibnu Khuzaimah, 'Aisyah d berkata:

قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ هَلْ عَلَى النِّسَاءِ مِنْ جِهَادٍ؟ قَالَ: (عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لاَ قِتَالَ فِيْهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ)


"Aku bertutur: 'Ya Rasulullah, apakah ada kewajiban berjihad bagi kaum wanita?' Beliau berkata: 'Bagi wanita adalah jihad yang tidak ada peperangan padanya (yaitu) haji dan umrah.'" (Dishahihkan oleh al-Albani, lihat Shahih at-Targhiib No. 1099).
Dan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , dari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , beliau bersabda:

جِهَادُ الْكَبِيْرِ وَالضَّعِيْفِ وَالْمَرْأَةِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ

"Jihad orang yang tua, orang yang lemah dan wanita adalah haji dan umrah."

Orang yang melaksanakan haji dan umrah adalah tamu Allah, dan permohonan mereka dikabulkan, berdasarkan hadits 'Abdullah Ibnu 'Umar Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

الْغَازِي فِي سَبِيْلِ اللهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللهِ ، دَعَاهُمْ فَأَجَابُوْهُ وَسَأَلُوْهُ فَأَعْطَاهُمْ

"Orang yang berperang dijalan Allah, orang yang haji dan orang yang umrah, adalah tamu Allah. Dia memanggil mereka, maka mereka pun menjawab (panggilan)-Nya dan mereka memohon kepada-Nya. Dia-pun memberikan permohonan me-reka."

Keutamaan perjalanan haji, keutamaan orang yang mati dalam perjalanan untuk melaksanakan ibadah haji, dan keutamaan orang yang mati dalam keadaan berihram (ditengah pelaksanaan ibadah haji dan/atau umrah.) Semuanya termaktub dalam hadits-hadits dibawah ini:

a. Dari 'Abdullah bin 'Umar Radhiallaahu anhu ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

مَاتَرْفَعُ إِبِلُ الْحَجِّ رِجْلاً ، وَلاَ يَدًا إِلاَّ كَتَبَ اللهُ لَهُ بِهَا حَسَنَةً أَوْ رَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً

"Tidaklah unta (yang dikendarai) seseorang yang melaksanakan haji mengangkat kaki(nya) dan tidak pula meletakkan tangan(nya) melainkan Allah mencatat bagi orang itu satu kebaikan atau menghapus darinya satu kejelekan atau meng-angkatnya datu derajat."

b.Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, ia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

مَنْ خَرَجَ حَاجًّا فَمَاتَ كُتِبَ لَهُ أَجْرُ الْحاَجِّ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ خَرَجَ مُعْتَمِرًا فَمَاتَ كُتِبَ لَهُ أَجْرُ الْمُعْتَمِرِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ خَرَجَ غَازِيًا فَمَاتَ كُتِبَ لَهُ أَجْرُ الْغَازِى إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ


"Barangsiapa keluar dalam melaksana-kan haji lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang haji hingga hari Kiamat. Barangsiapa keluar dalam melaksanakan umrah lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang melaksanakan umrah sampai hari Kiamat, dan barangsiapa keluar dalam berperang dijalan Allah lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang berperang dijalan Allah sampai hari Kiamat."

c. Dari 'Abdullah Ibnu 'Abbas Radhiallaahu anhu, ia berkata:

بَيْنَمَا رَجُلٌ وَاقِفٌ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ; بِعَرَفَةَ إِذْ وَقَعَ عَنْ رَاحِلَتِهِ فَأَقْعَصَتْهُ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ; ( اغْسِلُوْهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَكَفِّنُوْهُ بِثَوْبَيْهِ وَلاَ تُخَمِّرُوْا رَأْسَهُ وَلاَ تُحَنِّطُوْهُ فَإِنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَلَبِّيًا )

"Tatkala seseorang sedang wukuf bersama Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dipadang 'Arafah, tiba-tiba ia dijatuhkan oleh binatang (unta) yang dikendarainya dan mematahkan lehernya, maka Rasu-lullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: 'Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara, kafanilah dia dengan dua helai (kain) ihramnya dan jangan kalian menutup kepalanya serta jangan pula kalian beri wangi-wangian padanya, karena sesungguh-nya dia akan dibangkitkan dihari Kiamat dalam keadaan mengucapkan talbiyah.'"

Dan lain-lain.

Itulah sejumlah keutamaan ibadah haji dan umrah yang kami rangkum dari beberapa hadits yang shahih dan hasan. Jika kita telah mengetahuinya, maka sepatutnya bagi orang yang mampu untuk giat dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah haji, serta menggunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya, manakala ia memilikinya.

Syaikh 'Abdullah bin Ibrahim al-Qar'awi berkata: "Disunnahkan melaksanakan haji setiap tahun bagi orang yang mampu selama tidak membahayakan dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya" , berdasar-kan hadits 'Abdullah bin Mas'ud Radhiallaahu anhu , Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

تَابِعُوْا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوْبِ كَمَا يَنْفِى الْكِيْرُ حَبَثَ الْحَدِيْدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُوْرَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةَ وَمَا مِنْ مُؤْمِنٍ يَظَلُّ يَوْمَهُ مُحْرِمًا إِلاَّ غَابَتِ الشَّمْسُ بِذُنُوْبِهِ

"Ikutilah antara ibadah haji dan umrah, karena keduanya akan menghilangkan kefakiran dan berbagai dosa sebagaimana alat pandai besi menghilangkan kotoran yang ada pada besi, emas dan perak. Dan tiada balasan pahala bagi haji yang mabrur kecuali Surga, tidaklah seorang mukmin dalam kesehariannya berada dalam keada-an ihram, melainkan matahari terbenam dengan membawa dosa-dosanya."

Sunnah tersebut semakin ditekankan lagi jika telah melewati empat atau lima tahun dari haji yang dilakukan sebelumnya, berdasarkan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam :

إِنَّ اللهَ يَقُوْلُ: إِنَّ عَبْدًا صَحَّحْتُ لَهُ جِسْمَهُ وَ وَسَّعْتُ عَلَيْهِ فِيْ الْمَعِيْشَهِ يَمْضِى عَلِيْهِ خَمْسَةُ أَعْوَامٍ لاَ يَفِدُ إِلَيَّ لَمَحْرُوْمٌ

"Sesungguhnya Allah berfirman: 'Sesung-guhnya seorang hamba yang telah Kusehat-kan jasadnya dan Kulapangkan penghi-dupannya, telah berlalu lima tahun atasnya, dia tidak datang kepada-Ku, benar-benar dia seorang yang diharamkan (dihalangi dari kebaikan-Pent). (HR. Ibnu Hibban dalam shahihnya, Abu Ya'la dan al-Bai-haqi).

Sedangkan Imam ath-Thabrani meriwayatkan dalam al-Ausath dengan redaksi:

إنَّ اللهَ يَقُوْلُ: إِنَّ عَبْدًا صَحَّحْتُ لَهُ بَدَنَهُ وَ أَوْسَعْتُ عَلَيْهِ فِي الرِّزْقِ لَمْ يَفِدْ إِلَيَّ فِيْ أَرْبَعَةِ أَعْوَامٍ لَمَحْرُوْمٌ

"Bahwasanya Allah berfirman: 'Sesungguh-nya seorang hamba yang telah Ku-sehatkan tubuhnya, Ku-lapangkan rizkinya, (namun) dia tidak datang kepada-Ku pada setiap empat tahun, benar-benar dia seorang yang diharamkan (dihalangi dari kebaikan,-Pent) (Al-Haitsami berkata dalam Majma'uz Zawaa-id perawi hadits ini semuanya perawi kitab ash-Shahih.)

Visi dan Misi

VISI :

  1. Menjadi penyelenggara Haji Khusus dan Umroh dengan pelayanan berkualitas dan bimbingan ibadah sesuai Al Qur'an dan Sunah.
  2. Memberikan pelayanan dan kenyamanan untuk mewujudkan kekhuuskan ibadah

MISI :

  1. Senantiasa berupaya untuk berpegang teguh kepada prinsip ajaran islam dalam semua aspek operasional perusahaan.
  2. Memiliki sumber daya manusia yang bertaqwa, loyal kepada perusahaan, amanah, profesional, serta di topang oleh sistem IT yang handal dan mekanisme kerja yang kondusif, efektif, dan efisien.
  3. Inovatif, progresif, dan bekerja keras untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

MOTTO :
MEMBERIKAN PELAYANAN DENGAN JAMINAN FASILITAS DEMI KENYAMANAN PERJALANAN ANDA

 

Legalitas perusahaan

LEGALITAS PT. ROYAL JAVA TOURS & TRAVEL

1. Surat Ijin Departemen Pariwisata No. 1442/2010

2. Surat Menteri Kehakiman & Hak Asasi Manusia No. C-23236.HT.01.04.TH.2006

3. SK Gubernur Tentang izin Tempat Usaha UUG No. SK.0196/02/2010

4. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) No. 10071632148

5. Surat Ijin Umroh SK Menteri Agama RI No. KMA NO 345 Tahun 2015

6. Surat Ijin Haji Khusus SK Mentri Agama RI No. D/724/2012

 Domisili Kantor:

Kawasan Blok M Square Depan Golden Boutique Hotel

Jl. Melawai VIII No. 9 Kebayoran Baru Jakarta Selatan

Telp. 021-7251917 / 7266617

website: www.royaljavatour.co.id

Cuaca Musim Haji dan Umroh

Cuaca Musim Haji dan Umroh

Jeddah.
Jeddah terletak di kawasan pantai sebelah barat.

Januari – Maret. Dalam bulan Januari sampai Maret rata-rata suhu minimum antara 17 dan 19 oC, rata-rata suhu maksimum antara 28 dan 32 oC ; dalam bulan Maret pada suatu saat dapat mencapai 38 oC. Hari ada hujan paling banyak 2 hari pada bulan Januari dengan banyaknya curah hujan rata-rata sekitar 10 mm (bandingkan dengan di Indonesia yang banyaknya hari hujan paling rendah 5 dan banyaknya hujan tiap bulannya lebih dari 60 mm).

April – Juni. Dalam bulan April suhu udara mulai naik; sampai dengan bulan Juni rata-rata suhu minimum antara 24 dan 26 oC, suhu maksimum antara 34 dan 38 oC tertnggi 47 oC dapat terjadi dalam bulan Juni. Curah hujan makin sedikit; paling banyak hanya sekali ada hujan setiap bulannya dan banyaknya curah hujan kurang dari 2 mm setiap bulannya.

Juli – September. Bulan Juli sampai September adalah bulan paling panas. Rata-rata suhu minimum antara 26 – 28 oC, dan rata-rata suhu maksimum mencapai 37 – 40 oC dengan tertinggi sekitar 42 oC. Curah hujan sangat sedikit dan hampir tidak pernah ada hujan .

Oktober – Desember. Bulan Oktober suhu udara mulai turun sampai terrendah dalam bulan Desember. Dalam bulan Oktober rata-rata suhu minimum sekitar 24 oC dan terus turun sampai sekitar 20 oC di dalam bulan Desember. Rata-rata suhu maksimum turun dari sekitar 34 oC sampai sekitar 30 oC. Hujan mulai banyak dan paling banyak dibandingkan dengan curah hujan dalam bulan-bulan lainnya. Dalam bulan Nopember dan Desember dua sampai 3 hari ada hujan dengan banyaknya curah hujan dapat mencapai sekitar 30 mm dalam sebulan.

Makkah:
Makkah yang terletak di sebelah timur dari Jeddah agak jauh dari pantai sehingga lebih panas dibandingkan di Jeddah.

Januari – Maret . Dari bulan Januari sampai Maret rata-rata suhu minimum antara 18 dan 21 oC, rata-rata suhu maksimum antara 30 dan 35 oC, dengan tertinggi 42 oC pada bulan Maret; tetapi hujan lebih banyak. Hari ada hujan 2 sampai 4 hari dan banyaknya curah hujan sebulan sekitar 6 sampai 20 mm.Bulan Januari adalah yang paling banyak curah hujannya.

April – Juni. Seperti halnya di Jeddah, dari bulan April suhu udara mulai naik sampai rata-rata suhu minimum antara 24 dan 28 oC, dan rata-rata suhu maksimum antara 38 dan 44 oC. Curah hujan berkurang dengan paling banyak dalam bulan April. Dalam bulan April satu sampai dua kali ada hujan setiap bulannya dan dengan banyaknya curah hujan kurang dari 10 mm dalam sebulan.

Juli – September. Bulan Juli – September adalah bulan paling panas. Rata-rata suhu minimum antara 28 – 29 oC, dan rata-rata suhu maksimum mencapai 42 – 43 oC. Tetapi curah hujan masih sering terjadi meskipun sedikit jumlahnya. Rata-rata 2 sampai 3 hari ada hujan dengan banyaknya curah hujan antara 2 dan 7 mm per bulan. .

Oktober – Desember. Bulan Oktober suhu udara mulai turun sampai terrendah dalam bulan Desember. Dalam bulan Oktober rata-rata suhu minimum sekitar 25 oC dan terus turun sampai sekitar 20 oC di dalam bulan Desember. Rata-rata suhu maksimum turun dari sekitar 40 oC sampai sekitar 32 oC. Hujan mulai banyak dan paling banyak dibandingkan dengan curah hujan dalam bulan-bulan lainnya. Dalam bulan Nopember dan Desember 3 sampai 5 hari ada hujan dengan banyaknya curah hujuan dapat mencapai sekitar 26 mm dalam sebulan.

Maddinah :
Maddinah terletak di sebelah utara sekitar 600 km dari Makkah dan dari permukaan laut lebih tinggi dibandingkan ketinggian Makkah. Meskipun juga masih panas tetapi lebih dingin dibandingkan Makkah, sedangkan curah hujannya lebih sedikit

Januari – Maret . Dari bulan Januari sampai Maret rata-rata suhu minimum antara 11 dan 17 oC, dan rata-rata suhu maksimum antara 23 dan 30 oC. Hari ada hujan 2 sampai 4 hari dan banyaknya curah hujan sebulan sekitar 4 sampai 13 mm.Bulan Maret adalah yang paling banyak curah hujannya.

April – Juni. Seperti halnya di Jeddah dan Makkah, rata-rata suhu udara mulai naik sampai rata-rata suhu minimum antara 20 dan 28 oC, dan rata-rata suhu maksimum antara 34 dan 43 oC. Curah hujan berkurang tetapi dalam bulan April masih agak banyak, dengan 4 hari ada hujan setiap bulannya dan banyaknya curah hujan sekitar 15 mm dalam sebulan. Hujan makin kurang di bulan berikutnya.

Juli – September. Bulan Juli sampai September adalah bulan paling panas. Rata-rata suhu minimum antara 28 – 30 oC, dan rata-rata suhu maksimum mencapai 42 – 43 oC; tertinggi 48 oC dapat terjadi dalam bulan Juli . Tetapi curah hujan masih sering terjadi meskipun banyaknya curah hujan sedikit. Rata-rata 1 sampai 2 hari ada hujan dengan banyaknya curah hujan kurang dari 4 mm per bulan. .

Oktober – Desember. Bulan Oktober suhu udara mulai turun sampai terrendah dalam bulan Desember. Dalam bulan Oktober rata-rata suhu minimum sekitar 23 oC, dan terus turun sampai sekitar 13 oC di dalam bulan Desember. Rata-rata suhu maksimum turun dari sekitar 37 oC di bulan Oktober sampai sekitar 25 oC di bulan Desember. Hujan mulai banyak dan paling banyak dalam bulan Nopember. Dalam bulan Nopember 3 sampai 5 hari ada hujan dengan banyaknya curah hujan dapat mencapai sekitar 16 mm dalam sebulan. Dalam bulan lainnya hari hujan sekitar 1 sampai 2 kali dengan banyaknya curah hujan antara 5 mm dan 9 mm per bulan.

Ryadh :
Riyadh terletak di tengah jazirah Arab dan terletak di bagian utara Arab Saudi. Tempatnya di sekitar gurun pasir tetapi pada dataran tinggi.

Januari – Maret . Dari Januari sampai Maret rata-rata suhu minimum antara 8 dan 15 oC, dan rata-rata suhu maksimum antara 20 dan 27 oC; tetapi pada suatu saat dapat mencapai 38 oC. Hujan agak banyak antara 6 sampai 30 mm per bulan dengan hari hujan 4 sampai 11 hari .Bulan Maret adalah yang paling banyak curah hujannya.

April – Juni. Seperti halnya di Jeddah dan Makkah, rata-rata suhu udara mulai naik sampai rata-rata suhu minimum antara 19 dan 28 oC, dan rata-rata suhu maksimum antara 32 dan 43 oC. Curah hujan berkurang dengan paling banyak dalam bulan April dengan 11 hari ada hujan setiap bulannya dengan banyaknya curah hujan sekitar 24 mm per bulan. Hujan makin kurang di bulan berikutnya.

Juli – September. Bulan Juli sampai September adalah bulan paling panas. Rata-rata suhu minimum antara 26 – 29 oC, dan rata-rata suhu maksimum mencapai 40 – 44 oC; tertinggi 48 oC dapat terjadi dalam bulan Juli . Curah hujan sangat sedikit dan bahkan sampai tidak ada hujan.

Oktober – Desember. Bulan Oktober suhu udara mulai turun sampai terrendah dalam bulan Desember. Dalam bulan Oktober rata-rata suhu minimum sekitar 21 oC, dan terus turun sampai sekitar 10 oC di dalam bulan Desember. Rata-rata suhu maksimum turun dari sekitar 35 oC di bulan Oktober sampai sekitar 21 oC di bulan Desember tetapi pada suatu saat masih dapat mencapai 35 sampai 45 oC. Hujan mulai banyak dan paling banyak dalam bulan Desember.

Tentang Umroh dan Haji

Menunaikan ibadah Umrah & Haji sepertinya merupakan dambaan bagi semua kaum muslim. Menunaikan ibadah haji merupakan salah satu dari kewajiban umat muslim dalam menunaikan rukun Islam. Semua orang muslim wajib menunaikan ibadah haji jika mampu; jika seorang muslim belum mampu menunaikan ibadah haji namun ingin mengunjungi tanah suci maka ia dapat menunaikan ibadah umrah. Ibadah umrah dilaksanakan di tanah suci dan berupa beberapa kegiatan ibadah yang secara syariah berupa melakukan Tawaf mengelilingi Ka’bah di Masjidil Haram dan melakukan lari – lari kecil dari Shofa dan Marwah atau disebut sebagai Sa’i. Seseorang yang menjalankan ibadah umrah juga mengenakan ihram seperti yang dipakai dalam ibadah haji. Beberapa ulama menyebut ibadah umrah sebagai haji kecil karena kegiatan yang dilaksanakan selama umrah merupakan sebagian dari kegiatan ibadah haji.

Perbedaan Umrah & Haji

Ada beberapa perbedaan antara Umrah & Haji yang sangat mendasar dan membedakan nilai ibadah dari keduanya. Haji merupakan ibadah wajib bagi mereka yang mampu sedangkan seorang muslim tidak diwajibkan untuk melaksanakan umrah. Salah satu perbedaan yang mendasar dari ibadah haji dan umrah adalah waktu dan tempat. Ibadah umrah dapat dilakukan sewaktu – waktu. Tidak ada batasan hari dan bulan dalam satu tahun dimana seseorang dapat melakukan ibadah umrah. Sedangkan seseorang hanya punya waktu antara tanggal 8 hingga 12 Dzulhijjah untuk melaksanakan ibadah haji. Perbedaan lain adalah tempat pelaksanaan ibadah; umrah dilaksanakan hanya di Mekkah sedangkan ibadah haji dilaksanakan hingga di luar Mekkah. Ibadah umrah tidak memasukkan kegiatan wukuf di Arafah dan juga tidak bermalam di Muzdalifah. Adapun kegiatan ibadah dalam rangkaian ibadah haji lainnya yang tidak termasuk dalam kegiatan umrah adalah melempar jumrah. Ada beberapa jenis ibadah umrah yang tidak menjadi bagian dari pelaksanaan ibadah haji tamattu seperti umrah Mufradah, umrah Tamattu dan Umrah Sunah.

Syarat Wajib Umrah & Haji

Ada beberapa syarat wajib serta rukun ibadah Umrah & Haji bagi setiap muslim yang akan melaksanakan ibadah tersebut. Pada dasarnya, untuk mengerjakan umrah seseorang harus memenuhi syarat seperti melaksanakan ibadah haji. Adapun rukun untuk melaksanakan ibadah umrah meliputi ihram, tawaf, sai, tahalul dan tertib. Sedangkan wajib umrah berupa memulai memakai ihram dari miqat. Seseorang yang akan melaksakan ibadah umrah dianjurkan atau disunahkan untuk melakukan janabah atau mandi besar sebelum memakai ihram. Ihram adalah pakaian khusus yang harus dikenakan seorang muslim pada saat menunaikan ibadah umrah ataupun haji. Kain ihram terdiri dari dua lembar kain yang digunakan sebagai sarung dan selendang; sedangkan pakaian bagi wanita adalah pakaian tanpa hiasan yang menutup aurat serta tidak diperkenankan memakai penutup wajah atau cadar dan penutup tangan atau sarung tangan. Seseorang yang akan melaksanakan ibadah diwajibkan membaca niat ibadah.

Indonesia merupakan negara dengan populasi penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Indonesia memiliki populasi penduduk beragam Islam hingga sekitar 805 dari seluruh populasi penduduk. Saat ini, kesadaran dan kemampuan kaum muslim di Indonesia untuk menunaikan ibadah Umrah & Haji telah semakin tinggi yang ditandai dengan panjangnya antrian untuk menunaikan ibadah haji serta banyaknya kaum muslim yang melaksanakan ibadah umrah sebelum mendapatkan giliran untuk menunaikan ibadah haji. Memilih biro perjalanan dan bimbingan ibadah umrah maupun haji harus dilakukan dengan selektif guna mendapatkan kualitas bimbingan dan pelayanan ibadah yang khusyu’, nyaman dan maksimal.

Subcategories